Showing posts with label math is my world. Show all posts
Showing posts with label math is my world. Show all posts

Sunday, March 25, 2012

I love being a teacher :)

Wah, lama engga update blog..engga sempet (so sibuk, tapi emang iya sih..)
Maklum, sekarang saya menyandang status sebagai mahasiswi tingkat akhir disemester yang (insyaallah,,) harus jadi yang terakhir juga. Sebagai mahasiswi tingkat akhir, sekarang saya sedang (dipaksa) senang-senangnya ber'main' dengan yang namanya skripsi dan praktek lapangan, karena saya kuliah di jurusan pendidikan matematika, maka jadilah praktek lapangan saya bentuknya mengajar di sekolah, namanya PPL atau Program Praktek Lapangan.
PPL ini akan berlangsung selama 4 bulan, dan sekarang sudah akan memasuki bulan ke tiga. Jujur ya, awalnya berat banget buat ikut PPL ini, engga kebayang gimana rasanya harus ngajar di depan anak-anak yang jumlahnya kurang lebih 40 orang, berusaha jadi pusat perhatian mereka, dan yang bikin bebannya adalah entah gimana caranya membuat mereka mengerti dan memahami materi pelajaran yang kita sampaikan. 

Oh God, narik perhatian anak satu aja susahnya bukan main (pengalaman ngajar privat) gimana ini 40 orang? dan satu lagi  (engga penting sih) 4 bulan dipanggil dengan sebutan ibu guru,,engga pernah terpikir sebelumnya..

But, ternyata setelah hampir 2 bulan dijalani, engga seburuk yang dibayangkan..saya banyak dapat pelajaran dan pengalaman yang berharga dan belum pernah saya dapatkan dalam perkuliahan di kampus.
Melalui kegiatan PPL ini, saya jadi mengenal bagaimana kehidupan sekolah sebenarnya, belajar sosialisasi dengan banyak orang dari mulai yang usianya jauh lebih muda, sebaya, sampai dengan yang jauh lebih tua. Belajar jadi pribadi yang lebih disiplin, santun dan harus selalu punya self control yang baik, penting loh karena sebagai guru, harus bisa jadi panutan buat muridnya :D.
Dua bulan dijalani, sepertinya saya sudah mulai jatuh cinta dengan profesi sebagai guru ini (walaupun baru calon..hehe) dan sudah terbiasa dan mulai menikmati menyandang panggilan 'ibu guru'.
Saya jatuh cinta dengan profesi ini, karena sekarang saya sadar betapa besar jasa dan peran seorang guru, tanggung jawab dan tantangannya pun sama besarnya, tapi kadang luput dari perhatian dan minim apresiasi. Saya kadang suka agak kesal kalau ada orang yang dengan enaknya bilang kalau jadi guru itu gampang, semua orang juga bisa jadi guru yang mengajar di kelas, cukup datang tiap pagi, masuk kelas, terangin materi dikit, kasih tugas, beres. Ya, mungkin semua orang bisa mengajar dan menyampaikan materi pelajaran di kelas, tapi tugas seorang guru tidak hanya mengajar dan sekedar menyampaikan materi pelajaran, atau memberi tugas, tapi tugas seorang guru yang lebih berat yaitu mendidik murid-muridnya, yang tidak semua orang bisa dan sanggup untuk melakukannya.
- semua orang mungkin bisa menjadi pengajar, tapi tidak semua orang mampu menjadi seorang pendidik -
Dulu saya tidak pernah terpikir sedikitpun akan menjadi seorang guru, saya lebih tertarik untuk menjadi dokter, pengusaha atau arsitek, buat saya guru itu bukan profesi yang menjanjikan untuk karir dan masa depan (haha..) tapi seiring waktu berjalan nyatanya saya jadi merasa nyaman dan mulai jatuh cinta dengan profesi ini. Saya pernah nonton acara talkshow yang waktu itu bertema tentang pendidikan di Indonesia yang membuat saya terinspirasi dan termotivasi untuk jadi guru yang baik, narasumbernya pernah  berkata bahwa bagi dirinya menjadi guru itu panggilan dan pengabdian bukan pekerjaan, karena dia tidak mengharapkan mendapat imbalan berupa materi dari hasil dia mengajar murid-muridnya itu, tapi lebih pada wujud pengabdiannya dan partisipasinya untuk mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsanya.  subhanallah, bikin speechless dengernya..tapi sekaligus miris. Guru yang peran dan jasanya besar buat kehidupan bangsa, tapi jasa-jasanya itu miskin apresiasi dan penghargaan atas jasanya tidak sebanding dengan berat tanggung jawabnya. Saya jadi teringat, ada yang bilang:

kalau mau kaya secara finansial jangan jadi guru, jadilah politisi atau jadi pengusaha, tapi kalau mau kaya hati jadilah seorang guru

Terserahlah, no matter what they say..buat saya guru itu profesi mulia, masalah nanti penghasilannya kecil bukan jadi soal, toh kalau kita melakukannya total sepenuh hati dan ikhlas, uang seberapapun besarnya tidak akan mampu menggantikan rasa puas dan bangga kita saat nanti melihat murid yang kita didik menjadi orang yang berhasil karena hasil didikan kita. Percaya atau tidak, ada kepuasan tersendiri saat melihat anak didik kita semangat belajar dan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran, dan ada rasa sedih yang tiba-tiba muncul kalau melihat anak didik kita semangat belajarnya kurang atau saat anak didik kita mendapat nilai yang jelek saat ujian.
Dulu saya ingin jadi dokter, tapi sekarang saya ingin nanti bisa mengantar anak didik saya untuk menjadi seorang dokter, amin. Kalau dulu saya canggung dan cenderung tidak suka kalau dipanggil ibu guru, sekarang saya mulai menikmati dan rindu mendengar sapaan riuh 'ibu,,'  dari mulut kecil mereka sambil berebut mencium tangan saya.Yuph,,saya menikmati dan akan selalu merindukan hal-hal itu..I love being a teacher (wanna be..)

-ela-

Thursday, December 22, 2011

Tugas 4: Kajian Masalah Utama Pendidikan Matematika

Oleh: Ela Astriani
(0807551)
Universitas Pendidikan Indonesia

         Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam era globalisasi seperti saat ini, dan menjadi salah satu aspek penentu kemajuan suatu bangsa. Matematika dalam sistem pendidikan nasional  merupakan mata pelajaran yang wajib dikuasai bagi siswa pendidikan dasar hingga menengah, hal ini dikarenakan matematika memiliki peran yang sangat penting dan vital dalam kemajuan suatu bangsa. Bahkan, Kline (Sriwiani, dalam Suhendar, 2011) mengatakan bahwa jatuh bangunnya suatu negara bergantung kepada kemajuan di bidang matematika.
        Mengingat begitu penting dan cukup besarnya peran matematika bagi kemajuan bangsa, maka sudah seharusnya metematika menjadi mata pelajaran yang sangat dibutuhkan dan wajib hukumnya untuk dikuasai dengan baik oleh siswa yang kapasitasnya sebagai generasi masa depan pembangun bangsa. Namun, pada faktanya sampai sekarang metematika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan di mata siswa dan perlu untuk dihindari. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Ruseffendi (Suhendar, 2011) bahwa matematika (ilmu pasti) bagi anak-anak pada umumnya merupakan mata pelajaran yang tidak disenangi, kalau bukan mata pelajaran yang dibenci.
        Anggapan negatif tentang matematika di mata siswa tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele dan dibiarkan tanpa solusi, karena mindset negatif yang tertanam di pikiran siswa akan sedikit banya memberikan pengaruh negatif pula terhadap kemampuan siswa dalam mempelajari matematika. Proses ataupun kegiatan pembelajaran yang baik dan efisien adalah kegiatan pembelajaran yang dibangun dalam suasana yang kondusif dan mampu membuat siswa nyaman serta akibatnya memudahkan siswa dalam menerima materi yang tengah disampaikan. Jika suasana nyaman, kondusif, dan minat siswa untuk mempelajari matematika tidak timbul tentunya akan sangat berpengaruh terhadap rendahnya kompetensi matematika siswa tersebut.
        Oleh karena itu, penulis menganggap  perlu melakukan  identifikasi atas masalah-masalah utama yang sering timbul dalam pendidikan matematika di sekolah, kemudian menemukan penyebab-penyebab timbulnya masalah untuk kemudian dicarikan solusi yang efektif yang sekiranya dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak masalah yang timbul. Masalah-masalah yang ada dalam pendidikan matematika di sekolah tentu akan sangat banyak jika dijabarkan satu-persatu, tetapi secara garis besar penulis merangkum masalah-masalah yang sering timbul tersebut manjadi beberapa masalah yang penulis rasa menjadi masalah pokok yang sering timbul dan memerlukan penyelesaian dengan segera.
baca selengkapnya di sini....
daftar pustaka:
Ruseffendi. (2006). Pengantar kepada Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Setia. (2008). Brain Based Learning dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA. Skripsi Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.

Solihin, Ahmad. (2010).Pengaruh Pendekatan Collaborative Problem Solving terhadap Kemampuan Komunikasi Siswa SMP. Skripsi Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.

Suhendar, Heri. (2011).Pembelajaran Tipe Two Stay-Two Stray untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa. Skripsi Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.

Suherman, E dkk. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA UPI.



Thursday, December 15, 2011

MARBLOCKING

Tugas Multimedia 2: PPT segitiga-luas dan keliling


        Matematika selama ini masih dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa dan perlu untuk dihindari. Ada banyak hal yeng menyebabkan anggapan tersebut muncul, salah satunya mungkin selama ini metode pembelajaran matematika yang diterapkan oleh Guru di sekolah monoton, kaku, dan membosankan, sehingga membuat kegiatan pembelajaran matematika di sekolah menjadi 'kering' dan tidak berhasil menarik minat siswa untuk mempelajari matematika, tentunya hal tersebut akan berdampak kepada pemahaman siswa karena siswa tidak dapat menangkap inti materi yang ingin disampaikan Guru jika perhatian dan minat siswa kurang. Oleh karena itu, Guru saat ini dituntut untuk dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan dapat menarik minat siswa untuk dapat belajar, sehingga lebih jauh diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, salah satu cara atau strategi yang dapat diterapkan misalnya adalah dengan menggunakan media pembelajaran bisa berupa alat peraga pembelajaran maupun dalam bentuk multimedia pembelajaran berupa video pembelajaran, games virtual, powerpoint animasi dll. 
        Nah, pada postingan ini saya ingin sedikit berbagi media pembelajaran berupa powerpoint animasi yang berisi tentang materi luas dan keliling segitiga untuk siswa SMP, yang saya buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Multimedia Pembelajaran Matematika. Saya sadar bahwa ppt nya masih sederhana dan masih ada kekurangan disana-sini tapi semoga bisa bermanfaat, silakan bagi kalian yang ingin men-download silakan klik di sini : ppt luas dan keliling segitiga untuk SMP.

-ela-


Sunday, December 4, 2011

Jeprat-jepret (multimedia)

Siapa bilang orang matematika setiap hari hanya berkutat dengan angka-angka ? 
        Orang yang bergelut di bidang exact juga 'ngerti' seni loh, dan tidak melulu kaku dan serius haha. Yuph, setidaknya itu salah satu kesan yang saya dapat dengan mengikuti mata kuliah Multimedia Pembelajaran Matematika (MPM), mata kuliah pilihan dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah MPM ini secara garis besar mengajarkan saya yang kapasitasnya sebagai calon pendidik supaya mengenal dan bisa menerapkan berbagai teknologi tentang multimedia dalam kegiatan pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran matematika. Pembelajaran matematika itu dapat dibuat menjadi kegiatan yang menyenangkan, dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran, jadi di mata kuliah ini saya belajar bagaimana caranya membuat Powerpoint yang baik, meng-edit foto, membuat video pembelajaran tentang peragaan media pembelajaran matematika mulai dari proses pengambilan gambar (shooting), sampai editing semua harus dikerjakan secara mandiri, intinya dari mata kuliah ini banyak ilmu baru yang bermanfaat yang saya dapatkan. Nah, ini sebagian hasil jepretan saya dan hasil edit nya dengan menggunakan adobe photoshop.

                                       gedung JICA tampak samping (before editing)

                                                   gedung JICA tampak belakang

                                                    menara kanan gedung JICA

ini foto setelah mengalami proses editing dengan menggunakan adobe photoshop


Selain mengambil gedung sebagai objek, saya juga mengambil objek benda hidup (manusia). This is the photo, taken by me :)
model : restu

                                                before editing (digital make up)

                               after editing (digital make up using adobe photoshop)

terlihat masih sangat amatir memang, tapi ya lumayan lah yaa buat ukuran pemula :).

-ela-