Oleh: Ela Astriani
(0807551)
Universitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting
dalam era globalisasi seperti saat ini, dan menjadi salah satu aspek penentu
kemajuan suatu bangsa. Matematika dalam sistem pendidikan nasional merupakan mata pelajaran yang wajib dikuasai
bagi siswa pendidikan dasar hingga menengah, hal ini dikarenakan matematika
memiliki peran yang sangat penting dan vital dalam kemajuan suatu bangsa.
Bahkan, Kline (Sriwiani, dalam Suhendar, 2011) mengatakan bahwa jatuh bangunnya
suatu negara bergantung kepada kemajuan di bidang matematika.
Mengingat begitu penting dan cukup besarnya peran matematika bagi
kemajuan bangsa, maka sudah seharusnya metematika menjadi mata pelajaran yang
sangat dibutuhkan dan wajib hukumnya untuk dikuasai dengan baik oleh siswa yang
kapasitasnya sebagai generasi masa depan pembangun bangsa. Namun, pada faktanya
sampai sekarang metematika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang
menakutkan di mata siswa dan perlu untuk dihindari. Hal ini sejalan dengan yang
dikemukakan oleh Ruseffendi (Suhendar, 2011) bahwa matematika (ilmu pasti) bagi
anak-anak pada umumnya merupakan mata pelajaran yang tidak disenangi, kalau
bukan mata pelajaran yang dibenci.
Anggapan negatif tentang matematika di mata siswa tentu tidak bisa
dianggap sebagai hal yang sepele dan dibiarkan tanpa solusi, karena mindset negatif yang tertanam di pikiran
siswa akan sedikit banya memberikan pengaruh negatif pula terhadap kemampuan
siswa dalam mempelajari matematika. Proses ataupun kegiatan pembelajaran yang
baik dan efisien adalah kegiatan pembelajaran yang dibangun dalam suasana yang
kondusif dan mampu membuat siswa nyaman serta akibatnya memudahkan siswa dalam
menerima materi yang tengah disampaikan. Jika suasana nyaman, kondusif, dan
minat siswa untuk mempelajari matematika tidak timbul tentunya akan sangat
berpengaruh terhadap rendahnya kompetensi matematika siswa tersebut.
Oleh karena itu, penulis menganggap
perlu melakukan identifikasi atas
masalah-masalah utama yang sering timbul dalam pendidikan matematika di sekolah,
kemudian menemukan penyebab-penyebab timbulnya masalah untuk kemudian dicarikan
solusi yang efektif yang sekiranya dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak
masalah yang timbul. Masalah-masalah yang ada dalam pendidikan matematika di
sekolah tentu akan sangat banyak jika dijabarkan satu-persatu, tetapi secara
garis besar penulis merangkum masalah-masalah yang sering timbul tersebut
manjadi beberapa masalah yang penulis rasa menjadi masalah pokok yang sering
timbul dan memerlukan penyelesaian dengan segera.
baca selengkapnya di sini....
daftar pustaka:
Ruseffendi.
(2006). Pengantar kepada Guru Mengembangkan Kompetensinya
dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Setia.
(2008). Brain Based Learning dalam Pembelajaran Matematika
untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA. Skripsi Sarjana pada Fakultas
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.
Solihin, Ahmad. (2010).Pengaruh Pendekatan
Collaborative Problem Solving terhadap Kemampuan Komunikasi Siswa SMP. Skripsi Sarjana pada Fakultas
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.
Suhendar, Heri. (2011).Pembelajaran Tipe Two
Stay-Two Stray untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa. Skripsi Sarjana pada Fakultas
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.
Suherman, E
dkk. (2001). Strategi Pembelajaran
Matematika.
Bandung: JICA UPI.
No comments:
Post a Comment