Thursday, December 15, 2011
Tugas Multimedia 2: PPT segitiga-luas dan keliling
Matematika selama ini masih dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa dan perlu untuk dihindari. Ada banyak hal yeng menyebabkan anggapan tersebut muncul, salah satunya mungkin selama ini metode pembelajaran matematika yang diterapkan oleh Guru di sekolah monoton, kaku, dan membosankan, sehingga membuat kegiatan pembelajaran matematika di sekolah menjadi 'kering' dan tidak berhasil menarik minat siswa untuk mempelajari matematika, tentunya hal tersebut akan berdampak kepada pemahaman siswa karena siswa tidak dapat menangkap inti materi yang ingin disampaikan Guru jika perhatian dan minat siswa kurang. Oleh karena itu, Guru saat ini dituntut untuk dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan dapat menarik minat siswa untuk dapat belajar, sehingga lebih jauh diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, salah satu cara atau strategi yang dapat diterapkan misalnya adalah dengan menggunakan media pembelajaran bisa berupa alat peraga pembelajaran maupun dalam bentuk multimedia pembelajaran berupa video pembelajaran, games virtual, powerpoint animasi dll.
Nah, pada postingan ini saya ingin sedikit berbagi media pembelajaran berupa powerpoint animasi yang berisi tentang materi luas dan keliling segitiga untuk siswa SMP, yang saya buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Multimedia Pembelajaran Matematika. Saya sadar bahwa ppt nya masih sederhana dan masih ada kekurangan disana-sini tapi semoga bisa bermanfaat, silakan bagi kalian yang ingin men-download silakan klik di sini : ppt luas dan keliling segitiga untuk SMP.
-ela-
Wednesday, December 14, 2011
Renungan Di Tengah Hujan
![]() |
| I always love rains |
Niat awalnya saya ingin meng-upload tugas-tugas multimedia ke blog ini tapi berhubung ternyata butuh waktu yang lama dan perjuangan yang lumayan butuh kesabaran untuk upload video dengan kapasitas sekitar 500 MB, jadi daripada bosan menunggu saya iseng membuat postingan ini.
Saya bukan ingin bercerita tentang hujan atau kenapa saya selalu sengan jika hujan datang, tapi inilah hal yang saya pikirkan di tengah hujan deras yang mengguyur selama saya dalam perjalanan pulang ke rumah sore tadi. Saya hanya ingin berbagi pikiran, yang semoga bisa menjadi bahan renungan dan cerminan untuk diri kita masing-masing, sudahkah kita mensyukuri segala hal yang telah kita miliki saat ini...?
Hari ini jadwal saya bisa dikategorikan 'padat merayap', pergi dari rumah pagi-pagi untuk menghindari kemacetan, menuju kampus tercinta untuk kerja kelompok (yang kebanyakan diisi dengan ngobrol ngaler-ngidul), lanjut menjadi pelatih tari untuk upacara adat acara wisuda-an yang tinggal beberapa hari lagi dan lumayan melelahkan, setelah itu bergegas menuju cimahi, rumah murid les saya yang baru. Saya datang 20 menit lebih awal dari jadwal yang ditentukan, karena saya pikir ini hari pertama saya mulai memberi privat ke anak tersebut, kesan pertama tentu harus sangat baik dan salah satunya dengan tidak datang terlambat. Alamat yang diberikan pihak manajemen privat agak kurang jelas, akibatnya saya harus 2 kali bolak-balik menyusuri jalan yang sama sampai akhirnya menemukan alamat yang dimaksud dan kemudian mendapati rumah yang kosong dan pagar yang digembok. Bingung langsung menyergap, langit juga sudah nampak kurang bersahabat mendung menggelayut, ditengah kebingungan orangtua anak les saya itu memberi kabar bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah, dan saya diminta menunggu. Cukup lama saya menunggu, 30 menit jadi terasa sangat lama dan membosankan apalagi untuk saya yang tidak sabaran dan sangat membenci hal yang namanya 'tunggu-menunggu' ditambah disana tidak ada yang bisa dijadikan sebagai tempat duduk, jadilah saya menunggu dengan berdiri sambil terus berdoa langit tidak 'mengguyur' saya dengan air hujannya, kalau bukan karena ingat tanggungjawab mungkin saat itu juga saya langsung pulang ke rumah. Setelah 30 menit menunggu, mereka sampai juga, setelah berkenalan dan basa-basi sebentar tanpa membuang waktu saya langsung memberikan materi kemudian lanjut pembahasan soal. Waktu selama 120 menit berlalu saya lewati dengan lancar, bercuap-cuap layaknya penjual yang menawarkan barang dagangannya di pasar, begitu juga saya bercuap-cuap menerangkan materi dan berusaha sekuat tenaga menarik perhatian anak itu supaya perhatiannya tetap fokus yang kadang-kadang masih dikalahkan oleh suara notifikasi BB, sampai waktunya saya untuk pulang. Begitu saya keluar pagar, saat itu pula langit menumpahkan seluruh isinya ke bumi, hujan turun dengan sangat deras ditambah petir dan kilat yang menyambar-nyambar bergantian, dan angin pun tak mau kalah untuk turut ambil bagian berhembus dengan cukup kencang. Hingga jadilah saya pulang menyusuri jalanan komplek itu menuju jalan raya yang jaraknya terasa makin jauh ditengah guyuran hujan yang sangat deras ditambah angin kencang dan petir, saya hanya sendiri, basah kuyup (walaupun saya menggunakan payung), kedinginan, menghadang jalanan yang mulai banjir, dan ditambah perut yang mulai lapar (saya baru tersadar, sejak pagi belum ada makanan yang masuk ke lambung saya untuk dicerna karena saya lupa,,kebiasaan buruk). Selama perjalanan menuju jalan raya itulah saya merasakan bahwa ternyata mencari uang tidak mudah dan saya selama ini tidak pernah mau ambil peduli dengan hal itu sampai sekarang saya merasakannya sendiri. Hari ini saya dibuat merenung dan merasa malu atas sikap saya selama ini yang ternyata belum mensyukuri dan menghargai segala hal yang Tuhan berikan untuk saya.
Saya malu karena saya mungkin termasuk orang yang cukup boros dan kurang menghargai uang, berapapun uang yang orang tua saya berikan pada saya, pasti habis dan kadang saya tidak tahu kemana saja saya belanjakan. Saya malu sekaligus merasa sangat berdosa pada orangtua karena secara tidak langsung saya tidak menghargai kerja keras, keringat, kesabaran, bahkan mungkin air mata mereka untuk mendapatkan uang tersebut. Saya malu, karena diusia saya yang seharusnya sudah mandiri dan tidak tergantung pada orangtua secara finansial, nyatanya masih dengan mudah menengadahkan tangan untuk sekedar meminta uang jajan, atau pernah merengek karena permintaan untuk membeli barang yang saya inginkan (padahal tidak terlalu saya butuhkan) tidak mendapatkan persetujuan mama untuk pencairan dana. Malu dan merasa sangat berdosa, saat saya kadang juga masih mengeluh karena merasa jatah uang saya kurang, sementara mungkin di luaran sana masih ada orang-orang yang sekedar mencari uang untuk kebutuhan makan mereka saja sudah sangat sulit. Saat saya kadang masih kurang menghargai sulitnya mencari uang dengan mudah mengeluarkan uang untuk sekedar membeli barang yang sebetulnya tidak saya butuhkan, sementara di luaran sana mungkin masih ada orang yang harus kerja keras bermandi keringat bahkan mungkin sampai meneteskan air mata untuk sekedar mendapatkan beberapa rupiah saja yang jika dibandingkan dengan kebutuhannya pastilah tidak akan mencukupinya. Saya malu, malu karena mendapati diri saya yang ternyata masih belum bisa mensyukuri dan menghargai segala hal, khususnya rizki yang telah Tuhan berikan kepada saya. Saya malu mendapati diri saya ternyata masih kufur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan. Sampai akhirnya hari ini Tuhan membuat saya merenung, perenungan yang timbul setelah rangkaian kejadian yang sederhana yang sebenarnya bukan hal istimewa. Ya, rangkaian kejadian yang sederhana dan sebenarnya tidak istimewa, saya dibuat belajar menahan ego dan berusaha bersabar dengan harus melakoni hal yang sangat saya benci yaitu menunggu dengan cara menunggu murid les saya datang selama 30 menit lamanya tanpa bisa duduk, saya belajar bagaimana berusaha dan untuk tidak putus asa dengan cara melalui usaha saya bercuap-cuap selama hampir 120 menit, tidak putus asa menarik perhatian murid saya mengalihkan perhatiannya dari layar BB. Saya belajar bahwa segala sesuatunya membutuhkan pengorbanan dan kadang akan terasa berat untuk dilalui, pengorbanan yang mungkin lebih dari sekedar harus basah kuyup diguyur hujan deras, rasa lapar dan kedinginan atau waktu saya yang tersita karena menunggu.
Melalui rangkaian kejadian yang sederhana dan sebenarnya tidak istimewa itulah, Tuhan dengan segala caranya telah berhasil membuat saya merenung dan belajar tentang banyak hal khususnya akan rasa syukur, agaknya hari ini tetesan air hujan yang turun dengan derasnya yang turun ke bumi dan tanpa sengaja 'nyasar' turut membasahi kepala saya membuat pikiran saya agak sejuk dan mungkin juga membersihkan otak saya jadi lebih bersih dan jadi terbuka melihat hikmah-hikmah dan pelajaran yang terdapat di balik setiap kejadian, sesederhana apapun itu (itulah kenapa saya selalu suka hujan). Alhamdulillah, terimakasih Tuhan, sekarang saya akan berusaha untuk menjadi orang yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan. : )
-ela-
Tuesday, December 6, 2011
galau mahasiswa tingkat akhir
![]() |
| trap on my solitude |
Bosan, jenuh.
Agaknya dua kata tersebut masih belum bisa menggambarkan apa yang saya rasakan belakangan ini, perasaan bosan yang mungkin sudah terlalu bosan, jenuh yang sudah kelewat jenuh, sampai akhirnya menghasilkan perasaan aneh yang absurd, yang tak tahu namanya apa. Banyak hal yang saya pikirkan akhir-akhir ini, mungkin terlalu banyak untuk ukuran otak saya yang kapasitasnya mungkin tidak terlalu besar. Tapi hal yang paling mengusik ketenangan pikiran saya saat ini adalah bayangan saya tentang masa depan, tentang cita-cita dan janji saya pada orangtua dan diri saya sendiri, tentang keinginan saya membuat bangga dan bahagia orang-orang di sekitar saya. Bicara tentang masa depan sudah barang tentu berkaitan erat dengan akademik, terutama untuk mahasiswi tingkat akhir seperti saya, yang saat ini tengah menapaki tahun terakhir perkuliahan, tahun terakhir yang sangat menentukan masa depan (bidang akademik) saya. Hmm, mungkin saya terdengar agak berlebihan, tapi ya mungkin inilah yang disebut syndrome mahasiswa tingkat akhir atau galau akademik atau apapun sebutannya, semacam perasaan jenuh, bingung, gamang, takut yang bercampur dengan begitu sempurna menjadi satu kesatuan sehingga menghasilkan rasa yang sulit dan terlalu kompleks untuk dijabarkan terlebih jika mahasiswa tingkat akhir (seperti saya) dihadapkan atau diingatkan dengan sesuatu yang bernama SKRIPSI atau TUGAS AKHIR, perasaan 'nano-nano' tadi langsung muncul secara tiba-tiba tanpa komando dan cukup mengganggu.
![]() |
| begitu inget skripsi yang belum kelar juga |
![]() |
| lantas kejadian selanjutnya adalah seperti tampak pada gambar |
Ah, mungkin visualisasi di atas terlalu di dramatisir tapi tidak bisa dipungkiri perkara stress akibat skripsi sudah bukan barang baru bagi mahasiswa tingkat akhir. Skripsi dengan segala problematika dan warna-warni ceritanya, mulai dari pencarian masalah untuk proposal pengajuan judul penelitian, panjangnya antrian untukberburu tanda tangan dosen koordinator, bimbangnya memilih dosen pembimbing, perjuangan mencari sumber, belum lagi penelitian yang akan banyak memakan waktu, serta ditambah analisis data yang tidak sedikit yang akan terhambat dengan pengetahuan statistika yang 'pas-pas-an'. Jika dirunut dan dijabarkan kesulitan yang kemungkinan akan timbul, tentu satu tulisan ini pun tidak akan cukup menampungnya Tapi, toh apa gunanya terus mengeluh, masalah tetap tidak akan selesai dan waktu kemudian akan terbuang sia-sia tanpa hasil yang nyata.
Anggaplah kita sedang berada dalam sebuah kompetisi mendayung mencapai suatu pulau indah yang di dalamnya tersimpan banyak harta karun, tidak mudah untuk mencapai pulau tersebut, dibutuhkan tekad kuat, semangat pantang menyerah menerjang dan menaklukan gelombang yang datang menghadang jalan perahu kita, serta kesabaran dan keyakinan bahwa kita pasti akan sampai ke pulau tersebut walau dengan susah payah, dan jka beruntung kita akan mendapatkan harta karun. Begitu juga dengan perjuangan kita untuk mencapai cita-cita untuk meraih kesuksesan, yang sesungguhnya adalah kompetisi dengan tantangan menaklukan diri kita sendiri, menaklukan rasa malas, takut, dll. Kompetisi yang tentu tidaklah mudah, akan ada banyak gelombang hambatan, dan tantangan yang harus ditaklukan untuk mencapai pulau indah yang dianalogikan dengan kelulusan, gerbang atau jalan kita untuk meraih kesuksesan yang lebih besar yang kemudian bisa kita dapatkan.
Pada akhirnya semua hasil bergantung kepada diri kita sendiri, kepada kesabaran, kekuatan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah menaklukan berbagai hambatan yang datang mengahadang. Gelombang yang menghadang sekarang adalah skripsi, mungkin ada baiknya kita nikmati saja perjalanan ini, toh tidak ada perjalanan yang selalu mulus tanpa masalah, tapi juga tidak ada masalah yang timbul tanpa penyelesaiaan. Ya, Tuhan selalu memberi kemudahan bagi hambanya yang yakin dan tidak putus asa. Jadi, hmm...saya sudahi saja postingan ini, ayo melipir lagi ke tumpukan tugas dan folder calon skripsi yang sudah menunggu untuk dilirik. :))
![]() |
| semangat !!, bismillah :D |
![]() |
| ingin segera wisuda, untuk sedikit membuat orang tua bangga :') |
Sunday, December 4, 2011
Jeprat-jepret (multimedia)
Siapa bilang orang matematika setiap hari hanya berkutat dengan angka-angka ?
Orang yang bergelut di bidang exact juga 'ngerti' seni loh, dan tidak melulu kaku dan serius haha. Yuph, setidaknya itu salah satu kesan yang saya dapat dengan mengikuti mata kuliah Multimedia Pembelajaran Matematika (MPM), mata kuliah pilihan dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah MPM ini secara garis besar mengajarkan saya yang kapasitasnya sebagai calon pendidik supaya mengenal dan bisa menerapkan berbagai teknologi tentang multimedia dalam kegiatan pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran matematika. Pembelajaran matematika itu dapat dibuat menjadi kegiatan yang menyenangkan, dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran, jadi di mata kuliah ini saya belajar bagaimana caranya membuat Powerpoint yang baik, meng-edit foto, membuat video pembelajaran tentang peragaan media pembelajaran matematika mulai dari proses pengambilan gambar (shooting), sampai editing semua harus dikerjakan secara mandiri, intinya dari mata kuliah ini banyak ilmu baru yang bermanfaat yang saya dapatkan. Nah, ini sebagian hasil jepretan saya dan hasil edit nya dengan menggunakan adobe photoshop.
gedung JICA tampak samping (before editing)
gedung JICA tampak belakang
menara kanan gedung JICA
ini foto setelah mengalami proses editing dengan menggunakan adobe photoshop
Selain mengambil gedung sebagai objek, saya juga mengambil objek benda hidup (manusia). This is the photo, taken by me :)
model : restu
before editing (digital make up)
after editing (digital make up using adobe photoshop)
terlihat masih sangat amatir memang, tapi ya lumayan lah yaa buat ukuran pemula :).
-ela-
Wednesday, November 23, 2011
dongeng malam sebelum tidur
pernah kebingugan nyari alamat, terus nanya ke orang tapi malah dibikin tambah bingung?
Yuph, mungkin ada yang pernah punya pengalaman 'ga enak 'berkaitan dengan hal di atas. Saya juga pernah mengalami tidak enaknya berada di posisi orang yang kebingungan nyari alamat, bertanya ke orang alih-alih dibantu malah dibuat tambah bingung bonus bete pula.
Misalnya seperti kejadian yang saya alami hari ini, bermula dari saya yang diberi mandat tugas mengantarkan titipan barang-barang untuk kerabat yang sedang rawat inap di rumah sakit, sebut saja rumah sakit semogalekassehat. Sesampai di rumah sakit semogalekassehat, saya langsung menuju ke gedung tempat perawatan penyakit dalam untuk mencari ruang mawar tempat kerabat saya di rawat, berdasarkan petunjuk dari mama saya, ruang rawatnya ada di lantai 3 gedung tersebut.
Saya sebenarnya sudah sering mondar-mandir ke rumah sakit ini, jadi sedikit banyak sudah cukup hafal sama denah ruangannya, tapi takutnya lupa terus nanti malah jadinya nyasar, saya putuskan bertanya lagi kepada satpam di loby gedung itu untuk sekedar meyakinkan.
satpam : selamat siang mba, bisa saya bantu ? (cengar-cengir pamer kumis)
saya : (kedip-kedip kelilipan ketombe dari kumis) eh iya siang pak, saya mau jenguk saudara, lagi rawat inap katanya di ruang mawar lantai 3, betul di gedung ini kan ya pak ?
satpam : ooh maaf mba salah (gaya ala pembawa acara kuis siapatidakberani?) kalau ruang itu adanya di lantai 3 gedung yang depan, ada di atas UGD terus disamping ruang tunggu operasi (meyakinkan angkat-angkat alis)
saya : loh masa sih salah (bingung, pak minta pilihan bantuan dong 50:50 #loh?) apa mungkin udah pindah ya pak ruangannya ? oke pak kalau gitu saya coba kesana dulu deh, makasih pak.
satpam : oh iya mba silakan (tetep pegang-pegang kumis #pamer)
saya : (Tutup mata takut kelilipan ketombe lagi sambil bergegas pergi)
Pergilah saya menuju tempat yang dimaksud oleh satpam tersebut sambil masih kebingungan sepanjang jalan, saya pikir ternyata banyak yang berubah ya setelah lama tidak mengunjungi rumah sakit ini (mau ngapain juga sih masa maen ke rumah sakit ?). Sampai di gedung yang dimaksud "si bapak satpam"saya bergegas menuju lantai 3, tapi karena lift penuh, saya putuskan naik tangga (itung-itung olahraga membakar lemak-lemak yang membandel). Di lantai 3 saya keliling cari ruangan mawar, tapi kiri-kanan kulihat saja hanya ruang operasi, saya kelilingi lantai 3 itu sekali lagi tapi hasilnya tetap sama kiri-kanan kulihat saja hanya ruang operasi. Saya mulai bingung, linglung, limbung dan hilang arah, wajah saya yang terlihat seperti anak ayam yang terpisah dari induknya dan tak tau arah jalan pulang ke rumah ternyata mengundang rasa iba dari bapak satpam yang baik hati _yang alhamdulillah kali ini tidak berkumis_untuk menjadi peri penolong yang baik hati datang menghampiri saya dan bertanya ini itu.
satpambaik : maaf mba, ada yang bisa saya bantu ? (senyum sambil mengepakkan sayap putihnya, pegang tongkat ajaib)
saya : (bengong terkesima liat sayapnya) iya pak saya pengen langsing, eh ini pak anu, saya dari tadi muter-muter cari ruang mawar tempat rawat inap saudara saya, kata satpam di gedung sana ada di lantai 3 gedung ini tapi saya cari ko ga ada ya pak ? (tolong saya pak satper #satpam peri saya janji jadi gadis yang baik kalau nanti saya langsing)
satpambaik : wah mba, kalau di sini khusus untuk tempat operasi saja ga ada ruang rawat inap mba, ruang mawar untuk rawat inap ada di gedung itu mba (sambil nunjuk gedung tempat bersemayamnya satpamkumis)
saya : ih tuh kan, pantesan daritadi muter-muter ga ketemu juga pak, soalnya tadi satpam disana malah nyuruh saya kesini, jadi ruang rawat inap semua di gedung yang sana kan ya pak?
satpambaik : (malangnya nasibmu nak, kau telah dibodohi satpamkumis itu) iya mba betul, mba langsung aja naik ke lantai 3 gedung itu nanti di atas bisa tanya suster
saya : (arrgh beraninya si satpamkumis telah membohongiku dan membuatku naik tangga terus keliling keliling disini, lihat akan kubalas kau nanti) oh iya pak makasih, kalau gitu saya kesana lagi deh, terimakasih wahai satper kau memang pahlawanku #loh?
Setelah itu saya, bergegas kembali ke gedung yang pertama lagi, menuruni tangga dan menyusuri koridor rumah sakit semogalekassembuh dengan hati yang agak dongkol, saya merasa dipermainkan oleh satpamkumis yang informasinya membuat saya harus 2 kali berkeliling lantai 3 gedung operasi dengan tanpa hasil menemukan ruang yang saya cari, tapi saya malah dibuat kebingungan .
rese juga nih satpamkumis, ngerjain gue sampe harus naik turun tangga, keliling-keliling cari ruangan kebingungan, bikin gue jadi bak anak ayam ilang yang terpisah dari induknya dan ga tau arah jalan pulang. Untung tadi ada satper si satpambaik yang menyelamatkan gue, coba kalau ga ada entah gimana nasib gue nanti terlunta-lunta. Kan ga lucu kalau nanti mba-mba informasi mengumumkan telah ditemukan seorang anak gadis manis, berusia 21 taun kebingungan mencari ruang mawar, harap yang menemukan ruang mawar segera serahkan kepada gadis tersebut, bagi yang menyerahkan akan diberi imbalan.
Sampai di loby gedung rawat inap, saya putuskan untuk langsung menuju lift dan naik ke lantai 3 tanpa perlu bertanya lagi kepada satpamkumis, terlihat saat saya menunggu lift satpamkumis memperhatikan saya, dan akan menghampiri saya, tapi saya langsung bergegas masuk lift tanpa menunggu satpamkumis kembali membuat saya bingung lagi, satpamkumis telah terlanjur membuat saya kecewa dan kesal . Dan sesampainya di lantai 3, saya bertanya pada seorang suster dan akhirnya berhasil menemukan ruang mawar yang aya cari dengan diantar suster tersebut.
ruang mawar akhirnya kumenemukanmu, berjanjilah tidak pindah kemana-mana supaya nanti kita tidak sulit bertemu lagi, ini semua ulah si satpamkumis.
Saya tidak bermaksud untuk menjelekkan pelayanan rumah sakit atau pihak manapun. Saya hanya tidak habis pikir, kenapa di rumah sakit masih ada saja oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti tadi yang mempersulit orang dengan memberikan informasi yang menyesatkan, padahal saya sebagai pengunjung sangat memerlukan informasi tersebut. Seharusnya kan pengunjung dipermudah dengan diberikan layanan yang baik, bukan malah dipersulit seperti itu dimanapun itu tempatnya, coba bayangkan kalau kejadian yang sama seperti yang saya alami terjadi pada pasien yang gawat yang membutuhkan informasi dan pelayanan dengan segera, akan tidak menutup kemungkinan menyebabkan hal fatal dan buruk terjadi pada pasien tersebut, akibat dari kesalahan informasi yang diberikan.
Jadi pelajaran yang bisa saya ambil dari kejadian itu, jadilah orang baik minimal dengan tidak mempersulit orang lain karena bisa jadi sikap kita yang mempersulit orang lain akan membawa dampak buruk untuk orang tersebut dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti justru kita yang dipersulit orang.
Jadi pelajaran yang bisa saya ambil dari kejadian itu, jadilah orang baik minimal dengan tidak mempersulit orang lain karena bisa jadi sikap kita yang mempersulit orang lain akan membawa dampak buruk untuk orang tersebut dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti justru kita yang dipersulit orang.
pokonya, kalau ga mau dicubit maka jangan mencubit
Cukup deh buat hari ini, semoga ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil.
oh iya, selama masa maintenance ini saya tetap akan berusaha untuk selalu meng-update posting blog ini, biar keliatan penuh, haha. Ini blog masih sepi banget, malahan kayanya belum ada yang baca deh ya, tapi yasudah ga apa-apa nanti saya gencarkan promosi lagi dan terus memperbaharui tampilan dan isinya supaya orang-orang sudi mampir kemari, hehe sambil berjalan aja deh ya.
Tuesday, November 22, 2011
RE_BRANDING
Ya ampun, ternyata blog ini sudah lama terbengkalai sama sekali tidak terurus dengan baik, yah abis mau gimana lagi dong, saya itu tipe orang yang sangat moddy dalam masalah marawat sesuatu termasuk blog ini. Kalau bukan karena tugas mata kuliah Multimedia yang lagi bahas-bahas blog, belum tentu juga saya ingat kalau saya pernah 'melahirkan' blog ini.
__malangnya nasib blog ini tercipta akibat iseng-iseng dan kemudian ditinggalkan tanpa kabar begitu saja oleh yang bersangkutan, mungkin kalau blog ini bisa ngomong, dia pasti akan melancarkan protes dan mengadu ke komnas 'blog' itupun kalau ada__.
Menyadari kesalahan saya yang kurang atau mungkin tidak bertanggung jawab, merawat, dan menjaga kelangsungan 'hidup' blog ini, makanya saya sedang berusaha berkomitmen dengan diri saya sendiri untuk mulai sekarang menjaga, dan merawat blog ini agar selalu 'hidup' dan terus berkembang menjadi jauh lebih baik. Sebenernya, saya juga ga tau harus mulai darimana supaya blog ini bisa tumbuh layak dengan semestinya, jadi saya mulai dari membenahi tampilan blog ini.
_pokonya ini blog harus gue permak ulang, harus di make over biar cantik,,haha_.
Dan, akhirnya saya putuskan kalau dalam jangka waktu 2 minggu ini, adalah waktu maintenance blog ini, sebut saja istilahnya re-branding supaya terdengar lebih keren di telinga.
Karena judulnya adalah re-branding maka secara otomatis perubahannya juga harus total, jadi saya putuskan untuk men-delete postingan terdahulu, dan juga menghapus daftar-daftar blog yang lama, tapi nanti akan segera saya perbaharui lagi dengan daftar blog yang baru. Nah, kalau masa maintenance blog ini sudah rampung, baru saya akan segera me-launching blog ini ke publik, mungkin terdengar agak berlebihan ya, tapi memang saya ingin membuat blog ini layak dulu sebelum launching, supaya nanti kalau dia go publish ga malu-maluin.
oke, jadi kita tunggu 2 minggu ke depan, akan seperti apa hasil dari program ini. Saya harap hasilnya nanti bisa memuaskan dan blog ini bener-bener re-branding.
__sabar ya blog, tenang deh, lo bakal gue make over biar cantik, menarik, dan ga gembel kaya sekarang, insyaallah sabar yaa__(your boss)
Subscribe to:
Posts (Atom)












