Ibu...Mama...Mami...Umi
atau apapun kalian menyebutnya, yang terlintas di pikiran begitu mendengar panggilan tersebut pasti langsung tertuju pada sosok wanita yang usianya mungkin tidak muda lagi, wanita yang harus dihormati karena jasa-jasanya, wanita yang sudah bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita ke dunia.
22 Desember yang lalu baru saja terlewat, hari yang setiap tahun disebut sebagai hari ibu, hari dimana jasa-jasa seorang ibu diberi apresiasi dengan ucapan terimakasih, bunga, atau hadiah dari anak-anak di negeri ini. Tapi tidak dengan saya, hari itu menjadi hari kamis biasa tanpa perayaan yang spesial. Sebenarnya kadang ada terlintas keinginan saya untuk membuat hari ibu menjadi hari yang istimewa untuk mama, menjadikan mama menjadi ibu yang paling berbahagia di dunia pada hari itu dengan berbagai kejutan hadiah dari saya, anaknya. Namun semuanya sampai saat ini belum sempat saya laksanakan, banyak alasan, pertama saya bukan tipe anak yang ekspresif untuk mengungkapkan rasa sayang saya terhadap sesuatu atau seseorang (bahkan termasuk keluarga), kedua mama saya tidak terlalu menyukai hal-hal yang sifatnya kejutan, bermanis-manis atau manja-manja -mama sebut itu gombal- ya jadilah hal gombal itu belum bisa saya laksanakan sampai sekarang. :P
Mama, kata yang sederhana hanya terdiri atas 4 huruf, dua suku kata yang bentuknya pengulangan, tapi bagi saya makna dan perannya tidak sesederhana penulisannya. Mama di mata saya adalah salah satu orang yang terpenting dan perannya paling besar dalam hidup saya. Bagi saya, mama adalah wanita yang paling hebat, beliau adalah:
- Wanita hebat yang telah dengan sabar menjaga saya selama 9 bulan dalam kandungannya
- Wanita hebat yang telah bersedia mempertaruhkan hidupnya untuk memberikan saya kehidupan
- Wanita hebat yang rela jam tidurnya terganggu oleh tangisan saya di tengah malam karena haus, lapar atau buang air
- Wanita hebat yang telah dengan setia menemani saya belajar menulis, menghitung dan membaca, serta mengantar dan menjemput saya di sekolah
- Wanita hebat yang setiap pagi selalu membangunkan saya supaya tidak terlambat sekolah, bahkan sampai saat ini di tahun terakhir kuliah saya
- Wanita hebat yang setiap pagi menyuapi saya, supaya saya mau sarapan
- Wanita hebat yang berusaha tidak menangis dan tegar dihadapan saya, saat sama-sama menghadiri pemakaman papa
- Wanita hebat yang rela bekerja keras menggantikan peran papa sebagai kepala rumah tangga untuk membiayai semua kebutuhan kami
- Wanita hebat yang dalam lelah dan sakitnya pun, tak ada keluhan yang keluar dari mulutnya
- Wanita hebat yang selalu mengajarkan dan memberi contoh pada saya untuk bagaimana menjadi wanita yang mandiri, kuat, berani dan tidak manja
dan masih banyak lagi jasanya untuk saya, yang sampai kapanpun tidak akan sanggup saya membalasnya. Mama untuk saya lebih dari sekedar ibu, beliaulah mama dan sekaligus papa bagi saya, beliaulah satu-satunya orang yang sangat ingin saya bahagiakan hidupnya, beliaulah satu-satunya alasan saya untuk tetap bangkit saat saya terjatuh. Memang kadang hubungan saya dengannya tidak selalu terjalin dengan baik, pertengkaran-pertengkaran kecil sampai yang mungkin cukup besar pernah terjadi, mulai hal-hal remeh temeh seperti kebiasaan saya begadang, sampai hal yang menurut saya prinsip dan cara pandang hidup bisa jadi pemicu pertengkaran. Ya, kadang memang pikiran, pendapat, atau selera kami tidak sama.
Mama kadang bisa lebih hebat mengajarkan saya tentang hidup dibandingkan Andy F.Noya lewat acara talkshow-nya, mama bisa lebih hebat dan lebih sabar dibandingkan dokter saat merawat saya ketika sakit, nasehat mama bisa lebih menenangkan dan memotivasi saya dibanding ceramah Ust.Jefry atau Aa Gym. Tapi kadang, mama bisa jadi lebih cerewet dbandingkan donal bebek saat menyuruh saya sarapan atau membangunkan saya tidur, mama juga bisa lebih menyeramkan dari nenek sihir saat saya pulang malam ke rumah, mama juga bisa jadi saingan saya saat berebut remote tv untuk memindahkan channel dari sinetron ke acara kartun, mama juga bisa tiba-tiba berubah jadi petugas audit keuangan yang menyebalkan saat saya tanpa sadar menghabiskan uang jatah bulanan untuk kebutuhan yang dianggapnya tidak perlu...tapi semua itu tidak pernah akan bisa mengurangi rasa sayang saya, atau jasa-jasanya terhadap hidup saya, I'll always love her, and she will always be my great mother. <3
Tuhan,
terimakasih telah melahirkan aku dari rahim seorang ibu yang sangat hebat,,,
jagalah dan lindungilah dia, saat aku tidak mampu untuk menjaganya,,,
berikanlah dia kesehatan dan umur yang panjang,,,
bahagiakanlah hidupnya, dan selamatkanlah dia di dunia maupun di akhirat,,,
amin
walau tanpa terucap lewat kata, saya sayang mama dengan seluruh hati dan segenap jiwa dan seluruh hidup saya...gombal :P
mama saya wanita yang hebat,,,wanita hebat itu ibuku
-ela- <3














